KUNJUNGAN BENCHMARKING FAKULTAS HUKUM DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

Jakarta (22/01) – Politeknik Ketenagakerjaan menerima kunjungan benchmarking dari Fakultas Hukum dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bertempat di Gedung Pusat Administrasi Politeknik Ketenagakerjaan pada hari Kamis, 22 Januari 2026 dalam rangka penguatan kerja sama kelembagaan dan pertukaran informasi strategis di bidang sertifikasi kompetensi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan vokasi dan sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan benchmarking ini dihadiri oleh jajaran manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta yaitu :

  • Dr. Marisa Kurnianingsih, S.H., M.H., M.Kn (Kabid Hukum dan Kasatgas PPKPT Sekretariat Universitas Muhammadiyah Surakarta)
  • Dr. Syaifudin Zuhdi, S.HI., M.HI (Wakil Dekan I Fakultas Hukum dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Surakarta)
  • Dr. Andria Luhur Prakoso, S.H., M.Kn (Wakil Dekan II Fakultas Hukum dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Surakarta)
  • Fahmi Fairuzzaman, S.H., M.H., LL.M (Kaprodi Fakultas Ilmu Hukum Program Sarjana Fakultas Hukum dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Surakarta)
  • Achmad Miftah, S.H., M.H (Sekprodi Fakultas Ilmu Hukum Program Sarjana Fakultas Hukum dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Surakarta)
  • Petria Wafa (Staf Fakultas Ilmu Hukum Program Sarjana Fakultas Hukum dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Surakarta)

Agenda benchmarking berlangsung dalam suasana yang terbuka, dinamis, dan sangat interaktif, dengan melibatkan pimpinan, pengelola lembaga sertifikasi, serta tim teknis dari kedua institusi. Sejak sesi pembukaan, diskusi diarahkan pada penyamaan persepsi mengenai peran strategis sertifikasi kompetensi dalam mendukung link and match antara perguruan tinggi dan dunia industri.

Politeknik Ketenagakerjaan memaparkan pengalaman institusi dalam mengelola Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) termasuk tantangan dan peluang yang dihadapi dalam menjaga mutu pelaksanaan uji kompetensi. Pemaparan tersebut disambut dengan berbagai pertanyaan dari tim Universitas Muhammadiyah Surakarta, yang menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap praktik-praktik terbaik yang telah diterapkan.

Kegiatan benchmarking dihadiri oleh jajaran pengurus LSP Politeknik Ketenagakerjaan yaitu :

  • Dr. Hartanto, S.T., M.T., M.Adm. S.D.A (Anggota Dewan Pengarah LSP Polteknaker);
  • Moch. Sarif Hasyim, S.T, M.Si (Anggota Dewan Pengarah Polteknaker)
  • Nico Lingga Pongmasangka, S. Farm., M.M ( Ketua LSP Polteknaker)
  • Ida Umarul Mufidah, S.T., M.si (Ketua Komite LSP Polteknaker)
  • Dony Firman Santosa, S.Stat. M.M (Ketua Bidang Sertifikasi LSP Polteknaker)

Diskusi berkembang secara interaktif ketika kedua belah pihak saling berbagi pengalaman mengenai proses pengembangan skema sertifikasi yang adaptif terhadap kebutuhan sektor ketenagakerjaan. Setiap pertanyaan yang diajukan ditanggapi dengan penjelasan rinci, disertai contoh implementasi nyata di lapangan. Interaksi ini memperkaya perspektif kedua institusi dalam melihat tantangan pengembangan skema sertifikasi yang berkelanjutan.

Politeknik Ketenagakerjaan menjelaskan strategi pembinaan asesor melalui pelatihan berkelanjutan, monitoring kinerja, serta pembaruan kompetensi sesuai regulasi terkini.

Suasana diskusi semakin hidup ketika kedua institusi membahas mekanisme penjaminan mutu sertifikasi kompetensi. Dialog berlangsung dua arah, dengan pertukaran pandangan yang konstruktif dan saling melengkapi. Setiap gagasan yang disampaikan menjadi bahan refleksi bersama untuk memperkuat sistem sertifikasi di masing-masing institusi.

Pertemuan ini juga membuka ruang diskusi mengenai peluang kerja sama jangka panjang, termasuk pertukaran informasi kebijakan, pengembangan skema. Peserta diskusi secara aktif menyampaikan ide dan usulan, yang kemudian dibahas secara terbuka untuk melihat potensi implementasinya.

Melalui benchmarking ini, Universitas Muhammadiyah Surakarta memperoleh gambaran komprehensif mengenai tata kelola sertifikasi kompetensi yang telah dijalankan oleh Politeknik Ketenagakerjaan dan Politeknik Ketenagakerjaan juga mendapatkan wawasan baru dari praktik-praktik inovatif yang diterapkan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Kegiatan diakhiri dengan penegasan komitmen kedua institusi untuk terus menjalin komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan. Benchmarking ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sinergi kelembagaan yang kuat, khususnya dalam pengembangan sertifikasi kompetensi yang kredibel, adaptif, dan berdaya saing.

Politeknik Ketenagakerjaan dan Universitas Muhammadiyah Surakarta sepakat bahwa diskusi yang interaktif dan terbuka seperti ini merupakan fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan dan sertifikasi yang unggul  dan kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas lulusan dan tenaga kerja Indonesia.

Scroll to Top