Jakarta (20/04) – LSP Politeknik Ketenagakerjaan menyelenggarakan kegiatan uji kompetensi bagi 30 mahasiswa pada skema Kompetensi Okupasi Ahli Muda Higiene Industri yang dilaksanakan di TUK Keselamatan dan Kesehatan Kerja (TUK K3) Politeknik Ketenagakerjaan pada tanggal 13 – 17 April 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Politeknik Ketenagakerjaan dalam menyiapkan lulusan yang unggul, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja. Melalui proses sertifikasi kompetensi, mahasiswa diharapkan memiliki pengakuan resmi atas kemampuan yang dimiliki sesuai standar nasional.
Asesor yang bertugas dalam Uji Kompetensi ini adalah Nico Linggi Pongmasangka dengan memastikan seluruh rangkaian asesmen berjalan objektif, transparan , dan sesuai prosedur asesmen kompetensi.
Pelaksanaan uji kompetensi bertujuan untuk memastikan bahwa lulusan memiliki keterampilan, pengetahuan, dan sikap kerja yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta selaras dengan kebutuhan industri saat ini.
Dalam proses asesmen, peserta diuji melalui beberapa metode, yaitu observasi langsung, tugas praktik demonstrasi, pertanyaan pendukung, serta ujian tertulis berbentuk esai. Metode tersebut dirancang untuk mengukur kompetensi peserta secara menyeluruh, baik dari aspek teknis maupun pemahaman konseptual.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, LSP Politeknik Ketenagakerjaan berharap para mahasiswa dapat memperoleh sertifikat kompetensi yang menjadi nilai tambah dalam memasuki dunia kerja, sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia di sektor ketenagakerjaan dan keselamatan kerja. (SR)
